
MAN 3 Muaro Jambi terus mengembangkan implementasi Piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan menekankan pentingnya pembiasaan keagamaan dan pembentukan karakter yang tumbuh dari kesadaran diri, bukan karena paksaan. Upaya ini dilakukan agar nilai-nilai religius dan karakter positif benar-benar melekat pada setiap peserta didik.

Dalam sebuah sesi pembinaan yang dipandu oleh Pengawas Madrasah, Dr. M. Sidiq, S.Ag, M.Pd.I, dijelaskan bahwa inti dari Kurikulum Berbasis Cinta terletak pada pembentukan budaya di lingkungan madrasah. Berbagai aktivitas keagamaan seperti sholat dhuha, sholat zuhur berjamaah, tadarus Al-Qur'an, infak dan sedekah, serta sikap hormat kepada guru, diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas yang sekadar dicatat dalam absensi, melainkan menjadi kebutuhan spiritual yang tumbuh dari dalam diri siswa.
"Pembiasaan itu memang berat dan tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Namun ketika sudah menjadi budaya, ia akan melekat dan terbawa hingga di luar madrasah," ujar Dr. M. Sidiq dalam forum pembinaan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama bukan hanya memastikan seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha di madrasah, tetapi juga agar kebiasaan ini dapat terus hidup di rumah dan di tengah masyarakat.

Sebagai langkah awal, dokumentasi berupa absensi ibadah masih digunakan sebagai alat kontrol dan data perkembangan siswa. Namun, absensi tersebut bukanlah tolok ukur utama. Yang diharapkan adalah tumbuhnya kesadaran bahwa ibadah dilakukan karena kebutuhan kepada Allah SWT, bukan semata-mata karena pengawasan guru atau kewajiban administratif.

Selain memperkuat budaya religius, MAN 3 Muaro Jambi juga mengintegrasikan berbagai program unggulan dalam kerangka KBC. Program-program tersebut meliputi:
1. Program Keagamaan dan Karakter: Meliputi sholat berjamaah, tadarus, tahfiz (yang akan diaktifkan kembali), peringatan hari besar Islam (PHBI), serta pembiasaan akhlak Islami di lingkungan madrasah.
2. Program Literasi dan Akademik: Fokus pada penguatan literasi baca-tulis dan literasi finansial, yang direncanakan akan mulai diterapkan pada tahun ajaran mendatang.
3. Program Madrasah Peduli Lingkungan: Meliputi perawatan taman kelas, pengelolaan bank sampah, dan kegiatan Jumat bersih untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
4. Program Kewirausahaan (Adiwirausaha): Berupa pembinaan usaha siswa, pengelolaan kantin sehat mandiri, galeri produk karya siswa, serta rencana kemitraan usaha dengan masyarakat sekitar.
Seluruh program tersebut akan diintegrasikan secara sistematis ke dalam dokumen kurikulum dan dijadikan sebagai budaya madrasah yang terukur. Evaluasi terhadap program-program ini dilakukan setiap tahun untuk memantau perkembangan, seperti peningkatan jumlah siswa yang melaksanakan ibadah secara mandiri di luar lingkungan madrasah.
Dengan pendekatan ini, Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan tidak hanya menjadi dokumen tertulis, tetapi benar-benar hidup dalam budaya madrasah. MAN 3 Muaro Jambi menargetkan lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, mandiri, serta memiliki kesadaran spiritual yang kuat dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas. (Mus)
|
20x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...